Retorika Skripsi
seperti malam-malam sebelumnya, akupun terjaga di tengah mimpi indah mereka
menengok waktu yang rasanya selalu memburu
aku termenung..
mengingat masa yang nampak jauh dari cita
ah, aku putus asa
tiga tahun bergelut dengan tugas tak sepayah 6 SKS di akhir
menunggu. tekad. kecewa. tangis. motivasi. takut. menyerah. maju.
bergelut demi kata "ACC"
aku tak pernah habis pikir segala usaha yang telah sepenuhnya kucurahkan
tak bernilai apa-apa di matanya
apakah tugasku hanya cukup menunggu nasib baik datang padaku ?
atau meratapi diriku ketika teman-teman sejawatku telah sempurna dengan toganya ?
ah, aku selalu mendramatisir keadaan
kesedihan tercipta
tangis membuncah
ketika keluarga utamanya orang tua
berbinar penuh harap ingin menyaksikan kita wisuda
terlebih merasakan kesuksesan kita setelahnya
banyak yang ingin aku bahagiakan
namun masih terhalang oleh tumpukan kertas yang masih selalu salah di matanya.
sempat hati tak terima namun apalah daya
aku hanya seorang mahasiswa
namun satu hal yang baru kusadari
Allah sang Maha Kuasa telah mengatur setiap jalan hidup hambaNya
memang, terkadang hidup tak selalu seperti cerita lucu dalam sebuah komedi
yang menggambarkan hidup tertawa lepas tak berhenti
yah walau hidup terkadang menyesakkan namun kata "Ikhlas" haruslah selalu terbias
setiap manusia tercipta dengan ceritanya yang berbeda
biarkan ketetapanNya mengalir berujung bahagia
ada hikmah di balik ini semua
tegar menghadapi segalanya menjadikanku semakin kuat
aku harus berubah
aku harus bahagia demi mereka
kuseka air mataku. desahan angin membuatnya kering dengan sendirinya
dalam munajat panjangku, aku berikrar untuk berhenti bersedih
"ya Allah .. jangan biarkan hati ini kufur akan nikmatMu hanya karna ujian yang tak seberapa ini"
menengok waktu yang rasanya selalu memburu
aku termenung..
mengingat masa yang nampak jauh dari cita
ah, aku putus asa
tiga tahun bergelut dengan tugas tak sepayah 6 SKS di akhir
menunggu. tekad. kecewa. tangis. motivasi. takut. menyerah. maju.
bergelut demi kata "ACC"
aku tak pernah habis pikir segala usaha yang telah sepenuhnya kucurahkan
tak bernilai apa-apa di matanya
apakah tugasku hanya cukup menunggu nasib baik datang padaku ?
atau meratapi diriku ketika teman-teman sejawatku telah sempurna dengan toganya ?
ah, aku selalu mendramatisir keadaan
kesedihan tercipta
tangis membuncah
ketika keluarga utamanya orang tua
berbinar penuh harap ingin menyaksikan kita wisuda
terlebih merasakan kesuksesan kita setelahnya
banyak yang ingin aku bahagiakan
namun masih terhalang oleh tumpukan kertas yang masih selalu salah di matanya.
sempat hati tak terima namun apalah daya
aku hanya seorang mahasiswa
namun satu hal yang baru kusadari
Allah sang Maha Kuasa telah mengatur setiap jalan hidup hambaNya
memang, terkadang hidup tak selalu seperti cerita lucu dalam sebuah komedi
yang menggambarkan hidup tertawa lepas tak berhenti
yah walau hidup terkadang menyesakkan namun kata "Ikhlas" haruslah selalu terbias
setiap manusia tercipta dengan ceritanya yang berbeda
biarkan ketetapanNya mengalir berujung bahagia
ada hikmah di balik ini semua
tegar menghadapi segalanya menjadikanku semakin kuat
aku harus berubah
aku harus bahagia demi mereka
kuseka air mataku. desahan angin membuatnya kering dengan sendirinya
dalam munajat panjangku, aku berikrar untuk berhenti bersedih
"ya Allah .. jangan biarkan hati ini kufur akan nikmatMu hanya karna ujian yang tak seberapa ini"



Komentar
Posting Komentar
Kritik dan saran sangat saya harapkan