Benar, Aku Benar-benar Malu





Aku terseret dalam curamnya hiruk pikuk kehidupan

Tiap detik serasa menarik dimensi kerja otakku
Liburnya hanya saat lelap saja
Terkadang lelappun membawaku lebih jauh
Bermil-mil jauhnya
Benar, aku menyibukkan diri untuk mengejar
Melewati jalanan yang tak temu ujungnya kemana
Melintasi anak sungai yang gemerciknya menggairahkan dahaga harap
Menerobos hutan belantara tanpa harus peduli
Aku adalah objek pandang mereka
Aku.
Ingin sekali aku berhenti mengejar sesuatu yang tak pasti
Sesuatu hal yang rumit sekali
Kuterdiam.
Merasakan degup jantung yang terdengar lebih nyaring dari desah angin
Kuperhatikan.
Kudapati dari negeri antah berantah ini satu hal,
“sesuatu yang besar dimulai dari langkah kecil”
Kuterbangun.
Maafkan aku
Aku malu
Benar, aku benar-benar malu
Aku malu dengan teramat benar
Maluku benar adanya.

Komentar

Popular Posts